Langkahku entah kemana lagi

Aku sadar, bahwa profesiku sebagai Hakim dapat membawaku  ke berbagai daerah di Indonesia. Sehingga menjadi sebuah konsekuensi bagiku tidak tinggal di kampung halaman. Terlahir sebagai anak suku sunda, tepatnya di Desa Salawangi Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, sejak tamat Aliyah, aku memang jarang tinggal di kampung. Karena selepas itu aku pergi ke Kota Jogjakarta untuk melanjutkan pendidikanku di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2010.


Dan saat ini pun, setelah aku menyandang jabatan Hakim, tempat tinggalku nampaknya akan berpindah-pindah. Di awal penempatanku, Kabupaten Batang Hari menjadi tempat pertemaku mengabdikan diri untuk negeri dengan gelar hakim. Ya, Pengadilan Agama Muara Bulian menjadi kantor pertamaku setelah pelantikan pertama kali sebagai Hakim.

Awalnya, aku sedikit cemas karena biasanya aku kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, namun lama-lama kecemasanku ini hilang dan berganti menjadi keasyikan tinggal di bumi serentak bak regam. Tradisi dan kebiasaan masyarakat disana sudah aku kenyam. Sampai-sampai ditempat tinggalku, aku sudah dijadikan "tokoh" walau usiaku masih muda, mungkin karena faktor keaktifanku di masjid dan juga profesiku sebagai Hakim di PA Muara Bulian.

Sekitar 5 tahun sudah kakiku menapakan diri di bumi Jambi. Kini, aku bergeser lagi ke Pulau Borneo. Dan kini PA Mempawah Kalimantan Barat menjadi tempat pengabdianku selanjutnya. Baru sekitar 2 minggu aku disini. Entah sampai berapa lama aku di Mempawah. yang pasti selepas disini aku harus bisa memberikan kesan yang baik bagi warga disini dan tentunya memberikan yang terbaik untuk Pengadilan Agama Mempawah dan untuk lingkungan di tempat aku tinggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asyiknya Perjalanan Jambi - Serang Lewat Darat

Setahun Di Bener Meriah